Vrydag, 29 Maart 2013

Bercerita Pengalaman Berkesan


3. Bercerita Pengalaman Paling Berkesan
v  Dapat menceritakan pengalaman yang paling berkesan dengan menggunakan pilihan kata dan kalimat yang menarik
Setiap orang pasti pernah mengalami peristiwa yang mengesankan . Apa itu pengalaman mengesankan?  Apakah kamu pernah mengalaminya? Tentu pernah, contohnya suatu sore sepulang les, kamu mendapati rumah dalam keadaan sepi, ibumu tidak ada, saudaramu juga tidak ada. Semua korden tertutup. Ketika kamu masuk tiba-tiba lampu menyala, seisi rumah menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Nah kamu merasa itu sesuatu yang sulit kamu lupakan, padahal peristiwanya terjadi  empat tahun yang lalu. Dengan demikian dapat disimpulkan pengalaman berkesan adalah pengalaman yang sulit dihilangkan dari pikiran dan perasaan.
A.  Jenis-jenis Pengalaman Berkesan
Pengalaman berkesan dapat berupa pengalaman unik atau aneh seperti melihat makhluk ghaib, menyenangkan, menyedihkan, memalukan, menjengkelkan, mengharukan, lucu, dan lain sebagainya.
B.  Sumber-sumber pengalaman Berkesan
Sumber pengalaman berkesan bisa kita dapatkan dari diri sendiri, orang tua, ayah atau ibu, saudara, bisa kakak, adik, sepupu, paman, bibi atau bahkan kakek atau nenek, orang lain seperti teman, gurumu, atau tetangga.
C.     Manfaat bercerita pengalaman berkesan
Adakah manfaat kita menceritakan pengalaman, misalnya yang memalukan? Tentu saja ada, ada pepatah yang berbunyi tertawakan kebodohan kita. Apa artinya? Kalau kita bisa menertawakan kebodohan atau kekonyolan tingkah laku diri sendiri,  kita menjadi tahu akan kesalahan diri kita. Dengan demikian kita menjadi tahu akan kekurangan dan kelebihan diri sendiri, manfaat kedua dengan kita bercerita pengalaman kepada orang lain mempunyai manfaat sosial-komunikatif. Kita bisa membuka komunikasi dengan teman atau orang lain, sehingga bisa menjadi akrab atau lebih mengenal sifat masing-masing. Manfaat ketiga jika kita menuliskan pengalaman sendiri  kita akan terlatih menulis secara intensif.
D.  Struktur Penulisan Pengalaman Berkesan
Pola penulisan pengalaman berkesan yaitu memakai alur maju. Urutkan peristiwa paling awal kemudian bergerak ke peristiwa berikutnya dan menuju peristiwa paling akhir.
1) Peristiwa awal/pengenalan
Paparkan latar belakang peristiwa, seperti siapa saja pelaku dalam peristiwa itu, dimana terjadinya, kapan peristiwa itu terjadi?
     2) Inti cerita
         Paparkan mengapa peristiwa itu terjadi, bagaimana peristiwa itu terjadi, siapa saja yang terlibat dalam perisriwa tersebut?
     3) Penyelesaian
          Bagaimana akhir peristiwa itu, paparkan perasaanmu tentang peristiwa yang kamu alami.
E.     Memilih dan mengembangkan Pengalaman Berkesan
1.      Catat semua pengalaman berkesan yang pernah kamu alami, baik yang memalukan, menjengkelkan, menyenangkan atau yang lainnya.
Contoh-contoh Pengalaman Berkesan
·         Memakai baju terbalik
·         Guru ngaji mengunjungiku
·         Lupa tidak membayar ketika jajan
·         Sandalku terlempar mengenai kepala orang
·         Salah menyapa orang
2.      Pilih salah satu yang paling menarik untuk diceritakan di depan kelas
Contoh Guru Ngaji mengunjungiku

3.      Buatlah kerangka karangan
      Contoh
§  Aku dan keluargaku pindah rumah
§  Aku sedih berpisah dengan teman
§  Aku belum mempunyai teman di lingkungan baru
§  Suatu sore ketika sedang bete, guru ngajiku mengunjungiku di rumah baru.

4.      Kembangkan kerangka karangan
Mengembangkan karangan berdasarkan draf yang telah dibuat
Guru Ngaji
Aku adalah anak pertama di keluargaku, adikku masih berumur dua tahun. Waktu itu aku masih duduk di bangku TK. Keluargaku tinggal di Podomulyo, aku senang tinggal di sana karena banyak anak perempuan yang umurnya sebaya denganku.
Jika sore tiba kegiatan yang menyenangkan adalah mengaji, Mbah Nur itu nama guru ngajiku, beliau mengajar kami mengaji seminggu tiga kali. Umur Mbah Nur kira-kira 70 tahun, beliau pensiunan PNS. Jika Mbah Nur baru sampai di ujung gang kami berlarian menjemput beliau, aku selalu yang sampai duluan, aku mencium tangan beliau yang pertama. Kami selalu senang jika Mbah Nur mulai bercerita, apalagi ketika Mbah Nur membagi permen, wah kami berebutan, walau begitu Mbah Nur tidak pernah marah.
Suatu hari keluargaku pindah ke tempat yang agak jauh dari Podomulyo, karena ayah dan ibuku sudah membangun rumah untuk kami. Di lingkungan baru aku tidak mempunyai teman karena  tidak ada anak perempuan seusiaku, ah semuanya anak lali-laki.  Aku masuk SD, sehingga semuanya terasa baru, asing. Wah membosankan, rumah baru, pembantu baru, teman belum punya. Jika pulang sekolah aku kesepian, ingin main ke Podomulyo jauh, ayah ibu belum pulang kerja. Suntuk rasanya.
Suatu sore ketika aku sedang mengurung diri di kamar, ibuku memanggilku. Aku pura-pura tidak dengar, aku sedih, aku ingin menyalahkan ibu mengapa pindah ke tempat asing.  Aku memenuhi panggilan ibuku dengan setengah hati. “Aliya lihat siapa yang datang?” kata ibuku. “Ayo salim(cium tangan) sama Mbah Nur!”. Aku terkejut, tidak menyangka Mbah Nur datang ke rumah. Mbah Nur bercerita bahwa beliau kangen denganku. Beliau berusaha mencari tahu rumah kami dengan berjalan kaki dari Teminabuan ke rumahku yang baru di Mujahidin. Beliau bertanya pada setiap orang yang dijumpainya di lingkungan RT-ku. Aku ingat belum sempat berpamitan dengan Mbah Nur. Mbah Nur merasa kehilangan aku dan bermimpi tentang aku.
Di samping itu Mbah Nur juga membawa oleh-oleh permen dan kue kesukaanku, aku terharu. Bukan karena Mbah Nur membawa oleh-oleh, ternyata masih ada orang yang ingat aku dari kampung yang pernah aku tinggali, selain itu aku mengagumi sekaligus merasa kalah dengan Mbah Nur, beliau yang sudah renta bersemangat mencari alamat baruku dengan berjalan kaki. Aku menitikkan air mata, Mbah Nur juga berkaca-kaca matanya. Beliau tersenyum lembut, senyum yang mengobati kebosananku di tempat baru sehingga aku bersemangat kembali menjalani hidup di lingkungan baru. Mulai sekarang aku  tidak boleh kalah oleh apa pun, aku harus selalu bersemangat menjalani kehidupan, semua rintangan dalam hidup pasti ada solusi untuk mengatasinya. Aku tidak mau bete lagi.

Ceritakan pengalaman berkesan yang kamu rasa paling menarik untuk diceritakan di depan teman-temanmu!
Langkah-langkah
1.      Pertama data pengalamanmu, kedua pilihlah yang paling menarik, ketiga buatlah kerangka, dan keempat kembangkan menjadi sebuah karangan menarik. Jangan lupa dalam penulisan kata, kalimat pada karanganmu sesuai EYD!
2.      Berkelompoklah dengan temanmu 4 – 5 anggota. Ceritakan pengalaman menarikmu di depan kelompokmu. Ketika bercerita kamu tidak membaca teks yang kamu tulis ! berceritalah dengan percaya diri!
3.      Berikan penilaian penampilan temanmu dengan format penilaian sebagai berikut!







ASPEK YANG DINILAI

DESKRIPSI
YA/ TIDAK

SKOR
1
2
3
4
ISI
1.    Apakah ada hikmah yang dapat kamu petik dari pengalaman yang diceritakan temanmu?
2.      Apakah ada kesesuaian antara kejadian satu dengan kejadian yang lain?






Penggunaan bahasa
1.      Apakah kalimat-kalimatnya tidak monoton?
2.      Apakah kata dan kalimat yang digunakan mampu menarik perhatian pendengar?
3.      Apakah dengan kata dan kalimat yang digunakan temanmu, kamu dapat membayangkan suasana yang diceritakan?





penampilan
1.      Apakah dalam bercerita temanmu tidak tersendat-sendat/lancar?
2.      Apakah dalam bercerita temanmu mengedarkan pandangan pada anggota kelompokmu?






Jumlah skor






Keterangan: jawaban tidak skor 1
1 = kurang
2= cukup
3= baik
4= baik sekali



Setiap kelompok memilih satu pencerita terbaik untuk bercerita di depan kelas. Tentukan tiga pencerita terbaik!

Carilah karangan pengalaman berkesan di surat kabar! Klipinglah di buku tugasmu. Carilah hikmah cerita pada klipingmu!


2.MENULIS BUKU HARIAN
v  Dapat menulis pengalaman, pikiran, dan perasaan pada buku harian dengan memperhatikan cara pengungkapan
Apakah kamu mempunyai buku harian di rumah? Banyak novel, cerpen, atau tulisan-tulisan yang terkenal berasal dari buku harian ! Ayo mulai sekarang tulis pengalamanmu di buku harian!
Buku harian adalah buku catatan pribadi, kamu tidak boleh membaca buku harian milik teman, dan anggota keluargamu. Tetapi sekarang ada email buku harian di internet!
1. Manfaat menulis Buku Harian
1.      Cermin diri.
Coba kamu renungkan kembali peristiwa-peristiwa yang kamu alami yang telah kamu tulis di buku harianmu! Kalau kamu jujur pada dirimu, maka kamu dapat mengetahui  kekurangan dan kelebihan dirimu!
2.      Bahan untuk menulis buku biografi atau karangan menarik
3.      Mengisi waktu luang
4.      Latihan menulis secara intensif
2. Unsur-unsur Buku Harian
·      Waktu
·    Pelaku
·    Tempat
·    Alur peristiwa
3. Isi buku harian
a.       Pengalaman berkesan (menyenangkan, menyedihkan, mengharukan, danmemalukan)
b.      Puisi curahan hati
c.       Cita-cita/keinginan
 4.   Langkah-langkah menulis buku harian
            a. tulis hari, tanggal, bulan, dan tahun peristiwa yang kamu alami
            b. gunakan kata ganti orang pertama
            c. tulis kronologi peristiwa
            d. tulis perasaanmu
            e. akhiri dengan harapanmu atau komentarmu tentang peristiwa yang kamu alami
      5.   Bahasa ekspresif
            Bahasa yang memasukkan unsur-unsur perasaan, pikiran, dan gagasan secara terperinci sehingga pembaca bisa memahami atau ikut merasakan apa yang dirasakan sang penulis.
Contoh
Hari itu pengumuman seleksi masuk SMP. Hatiku berdebar tidak karuan, kakiku rasanya berat untuk melangkah, tetapi kupaksakan diri untuk melihat sendiri pengumuman itu. Aku berdesakan dengan peserta yang lain menekuri deret-deret nama. Ketika kubaca namaku terpampang di pengumuman itu, hatiku sontak berteriak hore.. aku diterima di sekolah ini!. “Alhamdulilah!” kata itu meluncur dari bibirku. Perasaanku yang selama ini bagai dibebani batu sirna seketika, jiwaku serasa melayang di awan. Aku bisa diterima di sekolah favorit, sekolah idamanku sejak aku kelas 6 SD.
Contoh Buku Harian
Tulis pengalaman, pikiran, perasaan, dan peristiwa-peristiwa yang kamu alami dalam buku harian! Tuliskan peristiwa yang terjadi dan akhiri dengan perasaan berupa harapan atau opinimu tentang peristiwa yang kamu alami!
1.      Tukarkan hasil tulisanmu dengan teman sebangkumu! Berikan komentarmu tentang kelengkapan unsur-unsur yang ada pada penulisan buku harian tersebut!
2.      Berikan komentar tentang penulisan kata dan kalimat. Apakah sudah sesuai dengan EYD! Tulislah catatan komentar tersebut pada buku temanmu!
3.      Perbaiki tulisan pada Buku Haran berdasarkan saran atau penilaian temanmu!

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking